My Malaysia: My “Allah”, Your “Allah”


Reading the news piece in the Star makes me shiver in fear…

PETALING JAYA: The usage of Bahasa Malaysia Bible is perfectly fine both in the eyes of Islam and the Federal Constitution, said Umno ulama Fathul Bari Mat Jahya.

He said people must not confuse the fact that a language did not represent a particular religion.

“Arabic is the original language used in the Al-Quran. But Prophet Muhammad had never stopped or forbade others in using Arabic to spread their own religions,” he said.

Fathul said although the Federal Constitution forbade the preaching of other religions to Muslims, the AlKitab (Bible) did not contravene its spirit.

“It should only be for Christians. If the Bahasa Malaysia Bible is not used to preach to Muslims, then there is nothing wrong,” he said.

Fathul said it was also perfectly acceptable for Christians to use the word “Allah”.

“However, I made it very clear that this can only be used in a Christian context, and not to mislead Muslims,” he said, adding that most Islamic scholars in the Middle East thought the same as well.

PAS ulama council chief Datuk Harun Taib said Christians should not be denied the right to use the Bible in Bahasa Malaysia as it was the country’s national language.

“Will the faith of Muslims be affected by a translation of the Bible? No, it is just a Bible read by Christians, that is all. Why must there be any opposition?” he told an online news portal yesterday.

Harun also said Christians could use the word “Allah” as long as it was within the confines of their religion.

“If Christians want to use the term ‘Allah’ for their God no problem. If they are convinced that ‘Allah’ is their God, let them be,” he said, explaining that this was different from Islam’s ‘Allah s.w.t.’.

It was also reported that PKR information chief Dr Muhammad Nur Manuty said Muslims need not worry about the use of the word “Allah” and the Bahasa Malaysia Bible.

“This is the right of religion and Bahasa Malaysia is the official language of the country so we cannot restrict other religions, including Christians from using it,” he said, urging Muslims to be more open-minded and not take matters in their own hands.

Malaysian Ulama Association president Datuk Sheikh Abdul Halim Abdul Kadir had earlier agreed that everyone should be allowed to read and worship in the language of their choice.

He had said that even the Quran had been translated into many languages such as Chinese, and that every person had the right to use Bahasa Malaysia.

However, he added that “Allah” should be exclusive for Muslims.

I do understand that there is no restrictions in the Quran. I do know that Arabs have no issues for non-muslims to use “Allah” for their God. Basically, I do know and understand that non-muslims are free too use “Allah” as they see fit and please as their God.

Therefore, there should be no amuses and amusement to see “Allah” spelling or carvings or signs whatsoever found and seen. Why? It does not necessarily represent “Allah” that muslims believe.. right? Or even get pissed off with tatoos or even signs that belittled “Allah”, as the word is meant for “Allah” of other religion.

Focusing to Malaysia…

The fight before is not because some muslims in Malaysia wanted the exclusivity of “Allah” for nothing. Muslims do understand like what I stated above – there is no restrictions for non-muslims to use “Allah” as their god.

However, the intention behind such move is being questioned. Malays in Malaysia are known to be muslims. And by far, the importance of Bahasa Malaysia or Bahasa Melayu has been not a priority by non-bumis, especially by Dong Zhong movement.

So..

WHY should bible to be printed in Bahasa Malaysia or Bahasa Melayu? For whom to read? For whom it was to be read to? For whom the content to be preached to?

There  have been cases and incidents whereby some christians trying and have convert muslims to christiansity. Lina Joy case for instance.

By this development, my dear muslims in Malaysia..  prepare yourself. Be careful of what you read. Be careful of verses you read and use.

And by this development also, I believe that “Allah” that Ayah Pin believe also not in the context of Islam.  He has other type of religion, a different “Allah” he and his followers believe. And this also goes to other religion or cults using “Allah” as their god, as “Allah” in their beliefs might be different.

Please do read some articles that I wrote before, and also latest by two of my friends – satD’s and dinturtle’s.

 

Question on the street: Will Scientology use “Allah” too? Will Tom Cruise agree to that?

 

 

21 thoughts on “My Malaysia: My “Allah”, Your “Allah”

  1. Consider this scenario:
    “Quran dalam bahasa Arab. Tak paham la.”
    “Takpe, ada Al-Kitab. Semua dalam Bahasa Malaysia.”
    “Ye? Baca yang tu la. Senang sikit nak paham…”

    1. lordapes, have you watched “Aku masih Dara”? There was a scene where Raja Fara cried because she cannot read the Quran..

      I wonder if many will be like that once they do not know how to read the Quran (what more understands it)…

  2. Salam

    Kan saya dah terangkan 3 tahun yang lalu, tiada ayat Quran atau Hadith melarang orang Christian memangil Tuhan pencipta Alam sebagai Allah.

    Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.
    (3:65]
    Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berani memperdebatkan tentang (ugama) Nabi Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan kemudian daripada (zaman) Ibrahim; patutkah (kamu berdegil sehingga) kamu tidak mahu menggunakan akal?
    [3:66]
    Ingatlah! Kamu ini orang-orang (bodoh), kamu telah memajukan bantahan tentang perkara yang kamu ada pengetahuan mengenainya (yang diterangkan perihalnya dalam Kitab Taurat), maka mengapa kamu membuat bantahan tentang perkara yang tidak ada pada kamu sedikit pengetahuan pun bersabit dengannya? Dan (ingatlah), Allah mengetahui (hakikat yang sebenarnya) sedang kamu tidak mengetahuinya.
    [3:67]
    Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk ugama Yahudi, dan bukanlah ia seorang pemeluk ugama Kristian, tetapi ia seorang yang tetap di atas dasar Tauhid sebagai seorang Muslim (yang taat dan berserah bulat-bulat kepada Allah), dan ia pula bukanlah dari orang-orang musyrik.
    [3:68]
    Sesungguhnya orang-orang yang hampir sekali kepada Nabi Ibrahim (dan berhak mewarisi ugamanya) ialah orang-orang yang mengikutinya dan juga Nabi (Muhammad) ini serta orang-orang yang beriman (umatnya – umat Islam). Dan (ingatlah), Allah ialah Pelindung dan Penolong sekalian orang-orang yang beriman.
    [69]

    Bukankah menjadi tanggung jawab setiap mereka yg Islam mengajak setiap manusia menyembah Allah, Tuhan yang Esa.?

    Kenapa takutkan buku yg penuh kesalahan???

    http://www.biblestudy.org/basicart/what-are-the-errors-in-king-james-version-bible.html

    1. saudara arah,
      Cuba baca semula semua artikel berkaitan dengan isu kalimah Allah ini. Cuba cari dimana saya TIDAK mengakui tiada larangan dalam Al-Quran.

      Yang dipertikaikan disini adalah cubaan mengkristiankan umat Islam Melayu yang rata-rata tidak faham bahasa arab sebaik anda, tidak sedalam ilmu anda melalui terjemahan “God” Ke Bahasa Malaysia kepada “Allah”.

      Dari sudut bahasa pun, kalimah “Allah” sendiri asalnya bahasa Arab. Maka, terjemahan “God” ke “Allah” pun sudah memang salah dari sudut bahasa.

      Terima kasih.

    2. Arah

      Boleh tumpang tanye sikit. Kalau Allah depa nak pakai , kenapa Isa depa taknak pakai?

      Awat pi pakai Yesus Kristus kat dalam Al-Kitab depa tu, macam hipokrit aje.

      Kalu dah salah translate 400 ratus tahun sekarang orang kate tak betui apehai pulak nak kecoh lebih.

      Yang hangpa duk semangat nak dukung pengunaan nama Allah kapir ni mengapa.

      Hang boleh terima ka nanti kalu depa pakai T-shirt “Allah is Dead” atau ada gambor wooden made in China Jesus kat bawah tulih “Anak Allah”…

      Ni bukan negara Arab pakcik….ni negara Malaysia dan kita ada undang2 tersendiri.

      Coba hang pi baca dulu apekebenda Al-Kitab depa nih…aku kasi sikit aje bagi hang pikir

      Yang Depa duk sembah Yesus = Allah = Roh Kudus…
      Pertentangan 1
      a. Matius, fasal 3 ayat 17 “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”
      b. Matius, fasal 5 ayat 9 “Berbahagialah orang yang membawa damai, kerana mereka akan disebut anak-anak Allah.”
      Ayat di atas bertentangan kerana yang disebut anak Allah tidak hanya Yesus tetapi semua orang yang mendamaikan manusia.
      Pertentangan 2
      a. Yohanes, fasal 14 ayat 9 “Barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa” dan ayat 10, “tidak percayakah engkau, bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.”
      b. Yohanes, fasal 17 ayat 23 “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”
      Kata “mereka”di ayat 23 adalah sahabat Yesus. Sedangkan yang dimaksud “dengan aku” ialah Yesus. Jadi frasa “Aku bersama mereka” artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu berserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau umat Kristian percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka umat Kristian pun harus percaya hal kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang. Jadi bukan Yesus dan Roh Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan, dan bukan hanya Tri-Tunggal, tetapi 15 Tunggal. Jadi mana yang benar? Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal?

      Pelik bin Ajaib Al-Kitab yang engkau semangat duk nak defend nih….

      15 in 1 pakcik…..boleh buat tim bola plus reserve lagi tu oi…

  3. cubaan meng’katolikk/protestan” kan org melayu islam di malaysia.

    satu, attempts yang di sebut hang nie maksud nye cubaan secara terancang kah?

    undang2 negara nie jelas dah tunjuk tak ada n tidak di bolehkan agama lain di sebar ke atas muslim.

    so apa masalah nye?

    depa bubuh pi la kitab depa bahasa pun, kenapahang perlu jadi macam kucing semasa musim mengawan?

    tak phm betui aku melayu umno nie kah kah kah

    1. saudara dawai koko+,
      Terancang atau tidak, tiada dapat dibuktikan kesahihannya, tetapi usaha mengkristiankan umat Islam itu ada. Sudah banyak kisah-kisah yang dipaparkan.. atau mungkin saudara tidak ambil kisah.

      Saudara,
      Amat menjengkelkan saudara menganggap ini isu politik. Saya berbicara atas kapasiti seorang muslim yang memikirkan orang lain. Bukan Melayu UMNO, bukan Melayu PAS, bukan Melayu PKR mahupun Melayu DAP.

      Terima kasih

  4. Satu lagi kegagalan mereka yang di beri amanah dan kuasa untuk mendidik anak bangsa memahami dan mengamalkan Al Quran dan Hadith. Berapa banyak Program agama dalam TV dan Media berbincang bab Akidah?

    Apa yg x habis buang masa menfitnah dan bincangkan benda benda kotor dan lucah.

    1. When the earth is shaken with its (final) earthquake.
    2. And when the earth throws out its burdens,
    3. And man will say: “What is the matter with it?”
    4. That Day it will declare its information (about all what happened over it of good or evil).
    5. Because your Lord has inspired it.
    6. That Day mankind will proceed in scattered groups that they may be shown their deeds.
    7. So whosoever does good equal to the weight of an atom (or a small ant), shall see it.
    8. And whosoever does evil equal to the weight of an atom (or a small ant), shall see it. Q 99.

  5. Apa yang di lakukan oleh Rasulullah dan para ambia ialah menerangkan kebenaran bukan mengunakan kuasa untuk menentang dan menfitnah orang Islam lain. Amat malang masa dan kuasa yg ada di tangan dihabiskan untuk bincang isu isu lucah dan kotor!!!

    Apa yg telah anda dan blogger Islam lain lakukan untuk menerangkan kebenaran Islam dan kebatilan Christian?

    Passion of the Christ? Did Jesus really die for the sins of the world?

    http://video.google.com/videoplay?docid=5824503235708840999#

    1. komen anda kali ini tidak dapat difahami tujuannya. Apakah maksud saudara dengan mengatakan “Apa yang di lakukan oleh Rasulullah dan para ambia ialah menerangkan kebenaran bukan mengunakan kuasa untuk menentang dan menfitnah orang Islam lain” kerana kita sedia maklum nabi dan rasul tidak melakukan begitu.

      Isu-isu lucah dan kotor juga bukan agenda utama. Ya, ianya mendapat pendedahan media, tetapi apakah hari-hari DS Najib dan semua pemimpin kerajaan bercakap mengenainya? Adakah hari-hari orang yang sama? Anda yang kini dalam keadaan membuat fitnah dengan mengatakan mereka begitu.

      Seterusnya, blog ini dan juga blog-blog yang tidak menyatakan persetujuan juga berulang kali memberikan pandangan dan pencarian mengapa kami tidak bersetuju.

      Akan tetapi, orang yang seperti anda tidak menyumbang apa-apa faedah, malah menambah buruk keadaan. Anda menyokong kerana menyangka ianya sekadar isu kalimah. Nah, apabila sudah terpampang usaha mereka, anda menuding jari ke arah kami pula. Sungguh hipokrit sikap anda. Komen-komen anda di blog ini sendiri sebelum ini menampakkan anda menyokong usaha mereka.

      Demi Allah, saudara arah, anda sendiri telah menggunakan ayat-ayat bible yang secara tidak langsung menyokong usaha mereka. Perlukah anda diingatkan dengan komen-komen saudara sendiri????

      1. OnDaStreet wrote

        “…Akan tetapi, orang yang seperti anda tidak menyumbang apa-apa faedah, malah menambah buruk keadaan….”

        Hebat betul leh tahu siapa yg menyumbang siapa yg tidak, pasti tinggi makam ni!

        Harap harap kita jangan termasuk dalam gulungan yg Allah templak di bawah ni.

        Of the people there are some who say: “We believe in Allah and the Last Day;” but they do not (really) believe.

        9. Fain would they deceive Allah and those who believe, but they only deceive themselves, and realise (it) not!

        10. In their hearts is a disease; and Allah has increased their disease: And grievous is the penalty they (incur), because they are false (to themselves).

        11. When it is said to them: “Make not mischief on the earth,” they say: “Why, we only Want to make peace!”

        12. Of a surety, they are the ones who make mischief, but they realise (it) not.

        Semuga Allah membersihkan hati hati kita, agar kita kembali mengamalkan ajaran Al Quran dan Sunnah sepenuhnya dan bukan di belengu oleh pelembagaan Msia (Ni bukan negara Arab pakcik….ni negara Malaysia dan kita ada undang2 tersendiri petikan dari TakTentuArah )

        1. arah,
          makam saya tidak tinggi, tetapi saya tidak sehipokrit saudara. Komen-komen anda terang menyokong, tetapi apabila dalam keadaan yang tidak memihak orang Islam di Malaysia, anda menuding jari ke arah kerajaan.

          Anda juga salah seorang rakyat Malaysia yang bertanggungjawab kerana anda begitu tegar menyokong orang Kristian di Malaysia menyalahgunakan terjemahan God kepada Allah dalam Bahasa Malaysia.

          Ini juga secara tidak langsung membuktikan bahasa Malaysia anda gagal.

  6. Tujuan penterjemahan Bible ke dalam pelbagai bahasa termasuk Bahasa Melayu adalah berdasarkan kenyataan di bawah :

    “No language group should be considered reached UNTIL THEY HAVE THE SCRIPTURES AVAILABLE IN THEIR MOTHER TONGUE AS THE FOUNDATION FOR BUILDING SUSTAINABLE CHRISTIAN THOUGHT, LIFE AND COMMUNITY”.
    – Rev. Dr. Kwame Bediako, Director of Adrofi-Christaller Memorial Centre For Mission Research And Applied Theology, Akropong-Akuapem, Ghana

  7. Why do Christians use the word Allah in their Malay language Bible and not tuhan?
    By N H Chan

    It is because Christians, Jews and Muslims worship the same God as the God of Abraham

    Before we all get confused, it is necessary to point out at the outset that the word which is spelt ‘Allah’ is an English word because it is written in English. The word which bears the same spelling in the National Language is a copy of that word which was first spelt in English in the sixteenth century. The English word Allah is the phonetic spelling of the Arabic word for God.

    We all know that the Malay word for god is tuhan. We also know that the God of the Muslims is Allah which is actually what this word sounds like in Arabic. Since most of us do not read or write Arabic, we tend to take the phonetic spelling of the Arabic word for God as used in English dictionaries. However, from the point of view of Christians, Christians worship the same God as Muslims do. The God of Christians and the God of Muslims is the same God as the God of Abraham. So that if you are a Christian, the choice of using the word Allah in their Malay language Bible is obvious since Christians also worship Allah which is the Malay language equivalent – since Malay uses the same English phonetic spelling – of the God of Muslims. In this country to be Malay is to be a Muslim.

    Christians will not use the word ‘God’ in their Malay language Bible because God is an English word and therefore it is an inappropriate word if it is used in a Malay language Bible. In a Malay language Bible only Malay words should be used. But tuhan, although it is a Malay word for god, is not an appropriate word to use in the context and sense of the Bible. Christians who use Malay in their Bible will never use tuhan for their God because tuhan is other people’s god; it is not the God intended in the Bible. Just as Malay Muslims will never use tuhan for their God even though it is a Malay word for god because their God as well as the Christians’ God is the same God that Abraham (Ibrahim) worshipped – no one really knows exactly when Abraham lived; a traditional view is 1750 to 1500 BC.

    Here is an example why tuhan is unsuitable to Muslims and Christians. Taoism is common among the Chinese – not all Chinese because there are also Chinese Christians and Chinese Muslims, indeed there are more Chinese Muslims in China then the entire population of Muslims in Malaysia and Indonesia combined – in China a Chinese Bible is written in Mandarin and Allah is written in Chinese phonetic characters to represent the sound of the Arabic word. A Taoist worships many gods both in heaven and in hell – I always think it is because the Chinese people want to play it safe, because either way they have appeased the deities. I don’t think any Christian or Muslim who uses Malay would worship tuhan even if you say tuhan is a Malay word for god! This is because they only worship their own God who was the God of Abraham (Ibrahim).

    In the English Bible the name for God in Christianity is spelt with a capital G to mean the only God.

    Allah is Arabic for God. Monotheism is the belief that there is only one god. In today’s world, the reality is, only Jews, Christians and Muslims worship only one god who was the God of Abraham.

    The Muslim God is spelt in any English dictionary as ‘Allah’ since the sixteenth century and it means ‘the name of God among Muslims’. In Malaysia it is also spelt exactly the same way as the English spelling when the National Language came into being after Merdeka. Both languages use Roman letters in their alphabet.

    Glossary

    Allah is Arabic for The God – for al-Ilah, i.e. al (the) Ilah (God): see Collins English Dictionary which gives the etymology of the Arabic word for God:

    [C16: from Arabic, from al the + Ilah god; compare Hebrew eloah]

    If you do not already know, Arabic is the language of the Arabs who is one of a branch of the Semitic race. Aramaic pertains to the northern Semitic languages, the biblical name for ancient Syria. And Hebrew is a person belonging to the Semitic race descended from Abraham, Isaac, and Jacob; Jewish is their language: The Oxford Dictionary of English Etymology.

    Also in the same Dictionary of English Etymology you will find:

    Semite Hebrew, Arab, Assyrian or Aramaean, regarded as a descendent of Shem (Gen. X): see The Oxford Dictionary of English Etymology.

    Collins English Dictionary:

    Semite or Shemite n. 1. a member of the group of Caucasoid peoples who speak a semitic language, including the Jews and Arabs as well as the ancient Babylonians, Assyrians and Phoenicians.

    Semitic or Shemitic n. 1. A branch or subfamily of the Afro-Asiatic family of languages that includes Arabic, Hebrew, Araimaic, Amharic, and such ancient languages as Akkadian and Phoenician.

    Shem n. Old Testament. The eldest of Noah’s three sons (Genesis 10:21).

    What say U?

    1. saudara,
      betapa lemahnya pemahaman dan penguasaan bahasa malaysia saudara.

      Walaupun “Allah” itu dieja dalam rumi, ianya masih asal perkataan arab. “Tuhan” adalah terjemahan untuk “God” dalam Bahasa Inggeris.

      Sebegitu mudah ini pun saudara tak faham?

  8. “……tetapi apabila dalam keadaan yang tidak memihak orang Islam di Malaysia, anda menuding jari ke arah kerajaan.”

    Bukankah setiap pemimpin akan di tanya di depan Allah nanti, apa yang mereka lakukan dengan kuasa yang ada, sebagai pemimpin kerajaan?

    Hadith 1
    Dari Anas r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa saja yang di bawah pimpinannya, apakah ia menjaganya melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik atau mensia-siakannya.-HR.Ibnu Hibban. Berkata pentahqiqi, ‘isnadnya sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim”.

    Hadith 2

    Dari Abdullah bin Umar r.huma. berkata, “Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, ‘Kalian semua adalah penjaga (pemimpin) dan kalian semua akan diminta pertanggungjawaban tentang apa saja yang ada di bawah penjagaannya. Seorang imam adalah pemimpin, dan ia akan ditanya (diminta pertanggungjawaban) tentang rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki adalah pemimpin terhadap keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tetang keluarga yang dipimpinnya. Seorang wanita (isteri) adlah pemimpin (penjaga) rumahtangga suaminya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang rumahtangga yang dijaanya. Seorang pembantu adlah penjaga harta kekayaan majikannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda yang dijaganya. Seorang anak adalah penjaga harta benda ayahnya, dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta yang dijaganya. Singkatnya, kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang apa-apa yang berada di bawah pimpinannya(penjagaannya).” (HR Bukhari)

  9. Apa di risaukan saya x pandai bahasa Msia, apa yang penting ialah saya akur kepada setiap ajaran Quran dan Sunnah.

    The name of God is Allah even in the Bible – Ahmad Deedat

    1. Ya, pemimpin juga dipertanggungjawabkan… tetapi apa pula tanggungjawab dan peranan yang dipimpin?

      Tindakan kamu selama ini tidak membantu. Kamu beriya-iya menyokong. Hujah-hujah kamu selama ini menyokong penggunaan kalimah Allah oleh sesetengah penganut Kristian yang mempunyai niat yang tertentu untuk memesongkan akidah umat Islam.

      Namun, apabila keadaan menjadi begini, kamu menyalahkan pemimpin dan mempersembahkan hujah dan hadis. Kamu bersikap lepas tangan.

      Demi Allah, saya keliru dengan pendirian kamu yang seumpama lalang. Kamu sokong, tetapi pabila perkara buruk terjadi, kamu salahkan pemimpin. Bukankah kamu penyokong kuat???

      Ya, Allah itu Esa. Namun bukan Allah yang digambarkan dalam Bible. Kamu merujuk hujah-hujah Ahmad Deedat. Akan tetapi kamu sedarkah yang Ahmad Deedat juga menunjukkan betapa terpesongnya Bible??? Saya pasti anda minat dengan siri debat dan hujah Allahyarham Ahmad Deedat. Bolehlah saudara (dan pembaca) cari dvd-dvd siri debat dan ceramah Ahmad Deedat yang banyak terdapat dipasaran.

      Antara satu, carilah debat diantara Allahyarham Ahmad Deedat dengan Shorrosh bertajuk “The Quran or The Bible? Which Is God’s Word?”

  10. Saya nasihatkan agar mari kita kembali mengamalkan ajaran Al Quran dan Sunnah. Apabila sesuatu bertentangan dengan kedua duanya maka tinggalkanlah.

    Bukankah dalam Al Quran jelas di terangkan seperti berikut:

    Katakanlah: jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutlah aku ( Nabi Muhammaad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Ali Imran: 31)

    Apakah kamu mengira bahwa kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang yang beriman bersamanya: ”Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (Al Baqarah: 214)

    1. er… siapa yang kamu maksudkan dengan komen diatas? Apakah kamu maksudkan kami yang tidak setuju dengan komen-komen kamu, maka kami ini telah terpesong daripada ajaran Islam?

      Sila huraikan maksud komen anda ini wahai arah yang bijaksana…

You are part of people on the street. My opinion might not as good as yours. Come, please share your thoughts with us!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s